RSS

PGP

Pretty Good Privacy (PGP) adalah salah satu software pengaman kriptografi yang
cukup tinggi performansinya. PGP yang dikembangkan oleh Phillip Zimmerman ini memiliki 2 versi yaitu “USA version” dan International version”. PGP versi USA hanya digunakan di wilayah USA dan warga negara USA yang menggunakan algoritma RSA dalam enkripsimnya. Sedangkan versi International menggunakan algoritma MPILIB yang dapat digunakan oleh siapa saja.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Firewall

Firewall adalah sebuah sistem atau grup sistem yang menjalankan kontrol akses keamanan diantara jaringan internal yang aman dan jaringan yang untrusted seperti internet.Firewall didesain untuk mengijinkan trusted data atau data yang dipercaya lewat, menolak layanan yang mudah diserang, mencegah jaringan internal dari serangan luar yang bisa menembus firewall setiap waktu.


Umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah lazim yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan berbadan hukum di dalamnya, maka perlindungan terhadap modal digital perusahaan tersebut dari serangan para hacker (peretas, pemata-mata, ataupun pencuri data lainnya) menjadi wajib.



Komponen Sistem Firewall

Firewall dapat berupa PC, router, midrange, mainframe, UNIX workstation, atau gabungan dari yang tersebut diatas.Firewall dapat terdiri dari satu atau lebih komponen fungsional sebagai berikut :

- Packet-filtering router

- Application level gateway (proxy)

- Circuit level gateway

Contoh Tipe Firewall

Firewall terdiri dari satu atau lebih elemen software yang berjalan pada satu atau lebih host.

Tipe-tipe firewall adalah sebagai berikut:

- Packet-filtering Firewall

- Dual-homed Gateway Firewall

- Screened Host Firewall

- Screened Subnet Firewall


referensi http://belajarit.um.ac.id/index.php/jaringan/18-pengenalan-jaringan-komputer/65-firewall.html


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Routing

Routing adalah suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari satu jaringan ke jaringan yang lain. Rute ini, disebut dengan route dan informasi route secara dinamis dapat diberikan ke router yang lain ataupun dapat diberikan secara statis ke router lain.

 Routing Statis
Cara kerja routing statis dapat dibagi menjadi 3 bagian:
- Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router
- Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing
- Routing statis digunakan untuk melewatkan paket data

Seorang administrator harus menggunakan perintah ip route secara manual untuk mengkonfigurasi router dengan routing statis.


Gambar 1 Contoh Perintah Routing Statis


 Routing Diamis
Routing protocol adalah berbeda dengan routed protocol. Routing protocol adalah komunikasi antara router-router. Routing protocol mengijinkan router-router untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Router menggunakan informasi ini untuk membangun dan memperbaiki table routingnya. Seperti pada gambar di bawah ini.
Contoh routing protokol:
- Routing Information Protocol (RIP)
- Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)
- Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP)
- Open Shortest Path First (OSPF)
Routed protocol digunakan untuk trafik user langsung. Routed protocol menyediakan informasi yang cukup dalam layer address jaringannya untuk melewatkan paket yang akan diteruskan dari satu host ke host yang lain berdasarkan alamatnya.


Gambar 2. Contoh Perintah Routing Dinamis

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

VLSM (Variable Length Subnet Mask)

Perhitungan IP Address menggunakan metode VLSM adalah metode yang berbeda dengan memberikan suatu Network Address lebih dari satu subnet mask, jika menggunakan CIDR dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnet mask saja, perbedaan yang mendasar disini juga adalah terletak pada pembagian blok, pembagian blok VLSM bebas dan hanya dilakukan oleh si pemilik Network Address yang telah diberikan kepadanya atau dengan kata lain sebagai IP address local dan IP Address ini tidak dikenal dalam jaringan internet, namun tetap dapat melakukan koneksi kedalam jaringan internet, hal ini terjadi dikarenakan jaringan internet hanya mengenal IP Address berkelas.
Metode VLSM ataupun CIDR pada prinsipnya sama yaitu untuk mengatasi kekurangan IP Address dan dilakukannya pemecahan Network ID guna mengatasi kekerungan IP Address tersebut. Network Address yang telah diberikan oleh lembaga IANA jumlahnya sangat terbatas, biasanya suatu perusahaan baik instansi pemerintah, swasta maupun institusi pendidikan yang terkoneksi ke jaringan internet hanya memilik Network ID tidak lebih dari 5 – 7 Network ID (IP Public).
Dalam penerapan IP Address menggunakan metode VLSM agar tetap dapat berkomunikasi kedalam jaringan internet sebaiknya pengelolaan network-nya dapat memenuhi persyaratan ; routing protocol yang digunakan harus mampu membawa informasi mengenai notasi prefix untuk setiap rute broadcastnya (routing protocol : RIP, IGRP, EIGRP, OSPF dan lainnya, bahan bacaan lanjut protocol routing : CNAP 1-2), semua perangkat router yang digunakan dalam jaringan harus mendukung metode
VLSM yang menggunakan algoritma penerus packet informasi. Tahapan perihitungan menggunakan VLSM IP Address yang ada dihitung menggunakan CIDR selanjutnya baru dipecah kembali menggunakan VLSM, sebagai contoh :
130.20.0.0/20
Kita hitung jumlah subnet terlebih dahulu menggunakan CIDR, maka didapat
11111111.11111111.11110000.00000000 = /20
Jumlah angka binary 1 pada 2 oktat terakhir subnet adalah 4 maka
Jumlah subnet = (2x) = 24 = 16
Maka blok tiap subnetnya adalah :
Blok subnet ke 1 = 130.20.0.0/20
Blok subnet ke 2 = 130.20.16.0/20
Blok subnet ke 3 = 130.20.32.0/20
Dst … sampai dengan
Blok subnet ke 16 = 130.20.240.0/20
Selanjutnya kita ambil nilai blok ke 3 dari hasil CIDR yaitu 130.20.32.0 kemudian :
- Kita pecah menjadi 16 blok subnet, dimana nilai 16 diambil dari hasil perhitungan
subnet pertama yaitu /20 = (2x) = 24 = 16
- Selanjutnya nilai subnet di ubah tergantung kebutuhan untuk pembahasan ini kita
gunakan /24, maka didapat 130.20.32.0/24 kemudian diperbanyak menjadi 16
blok lagi sehingga didapat 16 blok baru yaitu :
Blok subnet VLSM 1-1 = 130.20.32.0/24
Blok subnet VLSM 1-2 = 130.20.33.0/24
Blok subnet VLSM 1-3 = 130.20.34.0/24
Blok subnet VLSM 1-4 = 130.20.35.0/24
Dst … sampai dengan
Blok subnet VLSM 1-16 = = 130.20.47/24
- Selanjutnya kita ambil kembali nilai ke 1 dari blok subnet VLSM 1-1 yaitu 130.20.32.0 kemudian kita pecah menjadi 16:2 = 8 blok subnet lagi, namun oktat ke 4 pada Network ID yang kita ubah juga menjadi 8 blok kelipatan dari 32
sehingga didapat :
Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.32.0/27
Blok subnet VLSM 2-2 = 130.20.32.32/27
Blok subnet VLSM 2-3 = 130.20.33.64/27
Blok subnet VLSM 2-4 = 130.20.34.96/27
Blok subnet VLSM 2-5 = 130.20.35.128/27
Blok subnet VLSM 2-6 = 130.20.36.160/27
Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.37.192/27
Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.38.224/27

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Pengalamatan Jaringan



IP Address

IP address adalah sebuah pengalamatan secara bineric yang digunakan oleh sebuah mesin untuk mengkomunikasikan mesin tersebut dengan mesin lain.


Dengan kata lain IP address menjadi alamat yang unik untuk beberapa mesin yang mempunyai sebuah hardware tambahan untuk dapat dijadikan jembatan antara mesin-mesin yang lain. IP Address tidak juga hanya digunakan untuk pengalamatan sebuah komputer, tetapi juga dapat digunakan oleh mesin-mesin lain asalkan didalam mesin itu terdapat sebuah hardware atau device yang dikenal dengan sebuah LAN Card atau NIC (Network Interface Card) yang berfungsi untuk menjembatani mesin utama dengan mesin utama lainnya.

Di dalam jenisnya IP Address terbagi menjadi 2 :
1. IP Private
Adalah IP Address yang digunakan untuk berbagai macam pembangunan infrastruktur di dalam jaringan yang lebih besar, contohnya : Pembangunan server utama, pembangunan web dll.
2. IP Public
Adalah : IP Address yang digunakan khusus untuk pembangunan sebuah jaringan LAN (Local Area Network)

Menurut kelasnya IP Address dibagi menjadi 5 kelas, tetapi kelas IP Address yang sering dipakai hanya 3 (Tiga) kelas. Kelas-kelas IP Address tersebut adalah :


Net ID dan Host ID

Perhatikan hubungan antara Subnet dengan Net ID dan Host ID, ada sebuah hubungan yang tersirat di sana. Coba perhatikan subnet Kelas A : 255.0.0.0 dan Net ID : w (Digit 1) dan host ID : x.y.z (Digit 2,3,4). Jadi sebuah subnet itu adalah nilai maksimum dari sebuah Network ID. Dapat digambarkan pada Digit 1 pada subnet 255 sedangkan pada digit 2,3 dan 4 bernilai 0.0.0.

Alamat khusus pada Jaringan
1. Direct Broadcast Address
adalah alamat yang digunakan oleh router untuk mengirimkan pesan ke setiap komputer yang ada pada jaringan lokal atau alamat yang spesifik. Misalkan pengiriman pesan menuju alamat 221.45.75.1, 221.45.75.2 s/d 221.45.71.254 cukup diarahkan ke alamat 221.45.71.255

2. Local Broadcast / Limitted Broadcast Address
adalah alamat broadcast untuk jaringan yang aktif sekarang (current). Paket akan dikirim ke setiap host pada current network, tetapi oleh router akan diblok sehingga broadcast ini akan hanya terkirim ke semua host pada jaringan yang bersangkutan saja.

3. Loopback Address
IP address dengan alamat IP byte pertama adalah 127, kemudian 3 byte yang lain diisi sembarangan adalah alamat loopback. Karena itu, alamat IP 127.x.x.x tidak dapat digunakan untuk alamat host dalam jaringan

4. Private IP Address
International Assigned Nimbers Authority (IANA) mengelompokkan alamat IP yang dinyatakan “private” adalah kelompok IP yang hanya digunakan untuk kalangan sendiri dan tidak berlaku di internet.
Kelas A : 10.0.0.0 s/d 10.255.255.255 (1 network)
Kelas B : 172.16.0.0 s/d 172.31.255.255 (16 network)
Kelas C : 192.168.0.0 s/d 192.168.255.255 (256 nentwork)

a. Unicast Address
Komunikasi secara one to one, dimana paket yang dikirim menuju ke sebuah alamat tujuan.
b. Multicast Address
Komunikasi yang dilakukan secara one to many, dimana paket dikirimkan dan ditujukan kepada group/kelompok alamat IP tertentu
c. Broadcast Address
Komunikasi secara one to all, dimana paket dikirim menuju ke semua alamat pada kelompok/blok IP.

5. Multicasting
Multicast services adalah bandwidth khusus yang digunakan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas data jaringan dengan cara simultan mengirimnkan suatu sinyal data dari suatu informasi ke banyak penerima secara bersamaan.

CIDR
CIDR merupakan mekanisme routing yang lebih efisien dibandingkan dengan cara yang asli, yakni dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelasô€€€kelas A, B, dan C. Masalah yang terjadi pada sistem yang lama adalah bahwa sistem tersebut meninggalkan banyak sekali alamat IP yang tidak digunakan. Sebagai contoh, alamat IP kelas A secara teoritis mendukung hingga 16 juta host komputer yang dapat terhubung, sebuah jumlah yang sangat besar. Dalam kenyataannya, para pengguna alamat IP kelas A ini jarang yang memiliki jumlah host sebanyak itu, sehingga menyisakan banyak sekali ruangan kosong di dalam ruang alamat IP yang telah disediakan.
CIDR dikembangkan sebagai sebuah cara untuk menggunakan alamat.alamat IP yang tidak terpakai tersebut untuk digunakan di mana saja. Dengan cara yang sama, kelas C yang secara teoritis hanya mendukung 254 alamat tiap jaringan, dapat menggunakan hingga 32766 alamat IP, yang seharusnya hanya tersedia untuk alamat IP kelas B.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0